Bridgerton Musim 4 Bagian 1: Romansa Benedict Hambar, Tapi Kok Netflix Tetap Pesta Pora?

Sabtu, 31 Januari 2026, Januari 31, 2026
Bridgerton Musim 4 Bagian 1: Romansa Benedict Hambar, Tapi Kok Netflix Tetap Pesta Pora?
Bridgerton Musim 4 Bagian 1: Romansa Benedict Hambar, Tapi Kok Netflix Tetap Pesta Pora? (Image: Variety)

Setelah hampir dua tahun penantian, penggemar setia akhirnya bisa kembali menyelami gemerlap dunia regency London dengan kembalinya ‘Bridgerton’ Musim 4 Bagian 1 di Netflix. Serial yang berlatar abad ke-19 ini kali ini menyoroti perjalanan cinta putra kedua keluarga Bridgerton yang karismatik, Benedict Bridgerton. Sebagaimana dilaporkan oleh Variety, fokus pada kisah Benedict ini, yang menemukan dirinya jatuh hati pada Sophie, seorang pelayan yang bekerja untuk keluarga elit lain, telah menjadi perbincangan hangat.

Romansa Benedict dan Sophie: Antara Ekspektasi dan Realita

Musim ini, fokus utama adalah pada Benedict Bridgerton, sosok yang sebelumnya dikenal dengan petualangan artistik dan kebebasan jiwanya. Ia digambarkan jatuh hati pada Sophie, seorang pelayan yang bekerja untuk keluarga elit lainnya. Ekspektasi tinggi tentu menyertai kisah cinta karakter yang sebelumnya belum banyak dieksplorasi secara romantis ini. Penggemar menantikan percikan romansa yang menjadi ciri khas serial 'Bridgerton'.

Namun, ulasan dari berbagai kritikus, termasuk Variety, menyoroti bahwa romansa antara Benedict dan Sophie terasa kurang memiliki percikan yang kuat. Dibandingkan dengan kisah cinta Daphne dan Simon yang meledak-ledak, atau dinamika Anthony dan Kate yang penuh gairah, interaksi antara Benedict dan Sophie disebut-sebut sedikit hambar dan kurang menggigit. Bahkan, beberapa menganggapnya sebagai titik terlemah dari bagian pertama musim ini.

Apa Rahasia di Balik Kesuksesan Ini?

Meskipun kritik terhadap alur romansa sentral, anehnya, ‘Bridgerton’ Musim 4 Bagian 1 ini tetap meraih kesuksesan besar, bahkan menjadi tontonan wajib bagi banyak pemirsa global. Lalu, apa sebenarnya rahasia di balik daya pikat yang tak terbendung ini?

Kuatnya daya tarik ‘Bridgerton’ tampaknya tidak hanya bertumpu pada satu pasangan saja. Desain produksi yang mewah, kostum yang memukau, alur cerita sampingan yang menarik dari anggota keluarga Bridgerton lainnya, serta intrik sosial di era regency London, semuanya berkontribusi pada daya pikat serial ini. Pemirsa seolah diajak kembali ke dunia fantasi romantis yang sudah mereka cintai, terlepas dari apakah kisah cinta sentral musim ini memenuhi semua harapan. Karakter-karakter pendukung seperti Queen Charlotte, Lady Danbury, atau bahkan perkembangan kisah Penelope Featherington dan Colin Bridgerton yang terus berlanjut, mungkin juga memegang peran penting dalam menjaga minat penonton.

Kesuksesan ini semakin mengukuhkan posisi Netflix sebagai raksasa streaming yang tak henti menyajikan konten berkualitas. Ini sejalan dengan strategi ambisius mereka yang kami ulas dalam artikel "Netflix Gemparkan Dunia! Siapkan Deretan K-Content Megah untuk Tahun 2026," di mana mereka terus berinvestasi pada serial-serial besar untuk mempertahankan dominasi pasar. Hal ini juga mengingatkan kita pada bagaimana serial lain seperti 'The Pitt' Musim Ke-2 juga mencetak rekor penonton, menunjukkan bahwa kualitas narasi dan produksi mampu menarik audiens luas, bahkan di tengah persaingan ketat.

Tabel Fakta Serial 'Bridgerton' Musim 4 Bagian 1

Fakta Serial Detail
Judul Bridgerton Musim 4 Bagian 1
Genre Drama Romantis, Sejarah
Pemain Utama Luke Thompson (Benedict Bridgerton), Pemeran Sophie Beckett, Nicola Coughlan (Penelope Featherington), Luke Newton (Colin Bridgerton), Jonathan Bailey (Anthony Bridgerton), Simone Ashley (Kate Sharma).
Sutradara Berbagai Sutradara

Prediksi Nontonyo TV

Keberhasilan 'Bridgerton' Musim 4 Bagian 1 ini mengirimkan sinyal menarik bagi para pembuat film dan serial. Ini menunjukkan bahwa meskipun fokus utama romansa mungkin tidak selalu menjadi daya tarik tunggal, kekuatan dunia yang dibangun, karakter pendukung, dan estetika visual bisa menjadi penopang yang kokoh. Mungkin saja ini adalah indikasi bahwa penonton semakin menghargai kedalaman cerita secara keseluruhan, bukan hanya pada plot utama semata.

Prediksi Nontonyo TV, kesuksesan ini akan mendorong Netflix untuk terus bereksperimen dengan dinamika cerita dalam musim-musim berikutnya, mungkin dengan lebih berani menjelajahi sisi lain dari kehidupan keluarga Bridgerton, termasuk aspek-aspek yang lebih luas dari masyarakat regency. Yang jelas, 'Bridgerton' tetap menjadi fenomena yang patut diikuti, terlepas dari apakah percikan cinta Benedict dan Sophie terasa membara atau hanya hangat-hangat kuku. Kita tunggu saja kejutan apa lagi yang akan disajikan oleh Shondaland di bagian selanjutnya!

Sumber Berita: Variety

TerPopuler