Jakarta - Jagat perfilman Hollywood kembali dihebohkan dengan kabar gugatan hukum yang melibatkan dua nama besar: Blake Lively dan Justin Baldoni. Gugatan Lively terhadap Baldoni, yang tak hanya menjadi lawan mainnya namun juga sutradara film 'It Ends With Us', menuduh adanya pelecehan seksual dan tindakan balasan yang terjadi selama dan setelah proses syuting.
Dalam persidangan yang digelar Kamis lalu, pengacara Justin Baldoni tampil di pengadilan dengan misi untuk meyakinkan hakim agar membatalkan gugatan Blake Lively. Inti dari argumen pembelaan Baldoni cukup mengejutkan: mereka mengklaim bahwa 'keintiman yang diimprovisasi' di lokasi syuting tidak dapat disamakan dengan pelecehan seksual, melainkan merupakan bagian dari 'persaingan sengit' (Heated Rivalry) di antara para aktor.
Pembelaan ini tentu saja memicu pertanyaan besar tentang batasan profesionalisme, dinamika kekuasaan di lokasi syuting, dan definisi konsensus dalam industri hiburan, terutama ketika melibatkan adegan-adegan intim. Sebagai sutradara sekaligus aktor utama, posisi Baldoni di set 'It Ends With Us' memang memiliki kompleksitas tersendiri, menciptakan potensi bias dalam interpretasi interaksi antar pemain.
Film 'It Ends With Us' sendiri merupakan adaptasi layar lebar dari novel laris karya Colleen Hoover yang sangat dinanti-nantikan. Dengan Blake Lively memerankan Lily Bloom dan Justin Baldoni sebagai Ryle Kincaid, film ini diharapkan bisa menjadi salah satu tontonan drama romantis paling sukses. Namun, dengan adanya gugatan ini, bayang-bayang kontroversi tak pelak menyelimuti potensi kesuksesan film tersebut.
Kasus semacam ini bukan barang baru di Hollywood. Sejarah mencatat beberapa insiden di mana figur publik dan selebriti dihadapkan pada tuduhan serius atau masalah hukum yang mengganggu reputasi mereka. Hal ini sedikit mengingatkan kita pada berita Kiefer Sutherland, bintang '24', yang kembali tersandung kasus hukum. Setiap insiden semacam ini selalu menjadi sorotan tajam dari publik dan media, karena berdampak tidak hanya pada individu yang terlibat tetapi juga pada citra industri secara keseluruhan.
Bagaimana publik akan menanggapi pembelaan 'persaingan sengit' ini masih menjadi pertanyaan. Persepsi publik memiliki peran krusial di dunia hiburan, seperti yang pernah dialami oleh Rachel Ward yang harus angkat bicara usai dihujat netizen terkait penampilannya. Kasus Lively dan Baldoni ini akan menjadi pelajaran penting tentang bagaimana industri perlu memperjelas batasan dan protokol untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan profesional bagi semua pihak.
Detail Film 'It Ends With Us'
| Judul | It Ends With Us |
| Genre | Romance, Drama |
| Pemain Utama | Blake Lively, Justin Baldoni, Brandon Sklenar, Jenny Slate, Hasan Minhaj |
| Sutradara | Justin Baldoni |
Sebagai Jurnalis Film Senior untuk Nontonyo TV, saya memprediksi bahwa kasus ini akan menjadi tonggak penting dalam diskusi seputar etika di lokasi syuting dan definisi pelecehan dalam konteks kreatif. Apapun hasilnya, ini akan membentuk standar baru untuk perilaku dan akuntabilitas di Hollywood. Nontonyo TV akan terus memantau perkembangan kasus ini secara cermat. Apakah pembelaan 'persaingan sengit' akan cukup untuk menyelamatkan Baldoni dari gugatan Lively? Kita tunggu saja keputusan pengadilan.
Sumber Berita: Variety