Perpisahan Megah untuk Legenda Brigitte Bardot: Saint-Tropez Beri Penghormatan Terakhir, Abaikan Keinginan Tanpa Kemewahan

Jumat, 09 Januari 2026, Januari 09, 2026
Perpisahan Megah untuk Legenda Brigitte Bardot: Saint-Tropez Beri Penghormatan Terakhir, Abaikan Keinginan Tanpa Kemewahan
Perpisahan Megah untuk Legenda Brigitte Bardot: Saint-Tropez Beri Penghormatan Terakhir, Abaikan Keinginan Tanpa Kemewahan (Image: BBC News)

Saint-Tropez, sebuah kota di Riviera Prancis yang identik dengan glamour dan pesona Mediterania, pada hari Rabu waktu setempat menjadi saksi bisu sebuah perpisahan yang mengharukan. Jalanan kota itu dibanjiri lautan manusia yang berjejer rapi, memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu ikon perfilman Prancis paling legendaris: Brigitte Bardot.

Meskipun aktris dan pegiat hak-hak hewan yang tutup usia di usia 89 tahun ini menginginkan pemakamannya berlangsung sederhana dan tanpa hiruk pikuk, masyarakat Saint-Tropez dan para penggemar di seluruh dunia memiliki rencana lain. Mereka menolak untuk membiarkan sang femme fatale yang pernah memukau dunia ini pergi tanpa sebuah adieu yang layak dan penuh cinta.

Ketika peti jenazah Brigitte Bardot melintasi jalanan Prancis yang dipenuhi kenangan akan jejak langkahnya, tepuk tangan riuh terdengar membahana. Suara aplaus itu bukan sekadar penghormatan, melainkan gema dari jutaan hati yang tersentuh oleh warisan dan keberanian seorang wanita yang tak hanya mendefinisikan ulang kecantikan dan sensualitas di layar lebar, tetapi juga mengabdikan paruh kedua hidupnya untuk kesejahteraan hewan.

Warisan Abadi Sang Ikon

Brigitte Bardot, dikenal juga dengan inisial B.B., adalah simbol seks global pada tahun 1950-an dan 60-an. Dengan rambut pirang platinum, bibir sensual, dan pesona alami, ia membintangi puluhan film, termasuk And God Created Woman (1956) yang melambungkan namanya ke kancah internasional. Di balik citra glamornya, Bardot juga dikenal sebagai sosok yang vokal dan memiliki pendirian kuat, sebuah karakter yang kemudian ia salurkan sepenuhnya untuk membela hak-hak hewan setelah pensiun dari dunia akting pada tahun 1973. Keputusan berani ini pun tak lepas dari sorotan, mirip dengan bagaimana para selebriti selalu menjadi pusat perhatian publik, bahkan ketika mereka memilih jalan yang berbeda. Perjalanan hidup dan karier Bardot, dengan segala pasang surutnya, juga menjadi cerminan bagaimana seorang bintang dapat mengukir sejarah, serupa dengan kisah para aktris ikonik lain seperti yang pernah dibahas dalam artikel kami tentang Kisah Jamie Lee Curtis: 'The Exorcist' Nyaris Gandengnya di Usia Belia, Sang Ibu Selamatkan Masa Kecilnya.

Penghormatan yang Melampaui Keinginan

Saint-Tropez adalah rumah bagi Bardot selama bertahun-tahun, tempat ia menemukan kedamaian dan menjalankan misi filantropisnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika warga setempat merasa memiliki ikatan personal yang mendalam dengannya. Keinginan Bardot untuk pemakaman yang tenang adalah cerminan dari karakternya yang mendambakan privasi di masa tuanya, sebuah kontras tajam dengan sorotan tak henti yang ia alami di puncak kariernya.

Namun, kecintaan publik terhadap Bardot terbukti lebih besar dari keinginan pribadinya. Momen di mana peti jenazahya diarak dan disambut tepuk tangan massal adalah sebuah pengakuan tulus atas dampak tak terhapuskan yang ia berikan pada budaya, seni, dan bahkan aktivisme. Ini adalah bukti bahwa beberapa legenda begitu besar, sehingga perpisahan mereka tidak bisa hanya menjadi urusan pribadi semata. Mereka adalah milik publik, sebuah bagian tak terpisahkan dari sejarah kolektif yang layak mendapatkan penghormatan yang monumental.

Refleksi Sang Bintang Abadi

Melihat betapa tulusnya masyarakat Saint-Tropez, dan para penggemar yang berdatangan, memberikan penghormatan terakhir kepada Brigitte Bardot, kita diingatkan kembali pada kekuatan abadi sebuah warisan. Bardot mungkin telah meninggalkan panggung dunia ini, namun gema dari film-filmnya, semangatnya dalam membela makhluk hidup, dan citra dirinya sebagai ikon akan terus hidup. Ini mengingatkan kita pada dedikasi para legenda hidup perfilman lainnya, seperti yang pernah kami ulas dalam artikel Sir Anthony Hopkins Rayakan 50 Tahun Bebas Alkohol: Pesan Menyentuh dari Legenda Hollywood, yang juga menunjukkan perjalanan panjang dan inspiratif seorang bintang.

Di tengah suasana duka ini, ada optimisme bahwa warisan Brigitte Bardot akan terus menginspirasi generasi mendatang, baik sebagai aktris yang mendobrak batasan maupun sebagai aktivis yang berani bersuara. Kepergiannya mungkin adalah akhir dari sebuah era, namun kisahnya akan tetap menjadi bab penting dalam buku sejarah perfilman dan kemanusiaan.

Sumber Berita: BBC News

TerPopuler