Steven Spielberg Turun Gunung Bela Bioskop: Sebut Film, Balet, dan Opera Setara, Ingin 'Abadi Selamanya!'

Senin, 16 Maret 2026, Maret 16, 2026
Steven Spielberg Turun Gunung Bela Bioskop: Sebut Film, Balet, dan Opera Setara, Ingin 'Abadi Selamanya!'
Steven Spielberg Turun Gunung Bela Bioskop: Sebut Film, Balet, dan Opera Setara, Ingin 'Abadi Selamanya!' (Image: Variety)
Steven Spielberg, sutradara legendaris di balik mahakarya seperti 'Jurassic Park' dan 'Schindler's List', baru-baru ini menyita perhatian publik dengan pernyataannya yang membela pengalaman menonton film di bioskop. Lebih jauh lagi, Spielberg menyamakan pentingnya bioskop dengan bentuk seni tradisional seperti balet dan opera, di tengah-tengah kontroversi yang dipicu oleh komentar aktor Timothée Chalamet. Pernyataan ini disampaikan Spielberg saat berbicara mengenai masa depan industri film dan pentingnya pengalaman komunal di SXSW.

Menjaga Pengalaman Komunal: Bioskop, Balet, dan Opera

Berbicara di sebuah panel diskusi di festival SXSW, Spielberg secara lugas menyatakan bahwa bioskop, balet, dan opera memiliki inti yang sama: pengalaman komunal yang mendalam. “Ketika kita pergi ke bioskop, kita ingin [pengalaman] itu ada selamanya. Ketika kita pergi ke opera, kita ingin [pengalaman] itu ada selamanya. Dan ketika kita pergi ke balet, kita ingin [pengalaman] itu ada selamanya,” ujar Spielberg, menggarisbawahi keinginan manusia untuk melestarikan bentuk-bentuk seni yang menawarkan koneksi dan kebersamaan. Pernyataan ini muncul sebagai respons tidak langsung terhadap komentar Timothée Chalamet yang sempat memicu perdebatan panas di media sosial. Meskipun detail spesifik komentar Chalamet tidak dijelaskan secara gamblang dalam sumber, konteksnya mengindikasikan bahwa Chalamet mungkin telah meragukan relevansi atau esensi dari seni pertunjukan klasik, atau mungkin membandingkannya dengan pengalaman menonton film secara personal yang bisa dilakukan di mana saja. Spielberg, dengan pandangannya yang selalu teguh pada pengalaman sinematik di layar lebar, hadir untuk mengingatkan kita semua akan nilai tak tergantikan dari kehadiran fisik dan emosi yang dibagi bersama.

Dedikasi Sang Maestro untuk Layar Lebar

Bukan rahasia lagi bahwa Steven Spielberg adalah salah satu advokat terbesar bagi pengalaman menonton film di bioskop. Sepanjang kariernya, ia selalu menekankan bahwa keajaiban sinema paling optimal dirasakan ketika penonton berbagi tawa, tangis, dan ketegangan dalam satu ruangan gelap yang sama. Baginya, bioskop adalah sebuah "kuil" modern, tempat cerita-cerita besar dihidupkan dan dinikmati secara kolektif, sebuah ritual yang tak bisa digantikan sepenuhnya oleh layanan _streaming_ di rumah. Pandangan Spielberg ini relevan dalam era di mana platform _streaming_ semakin mendominasi dan mempertanyakan keberlangsungan bioskop. Ia melihat balet, opera, dan bioskop sebagai pilar kebudayaan yang memberikan lebih dari sekadar hiburan; mereka menawarkan kesempatan untuk keluar dari diri sendiri dan terhubung dengan orang lain melalui seni. Pernyataan seorang sineas sekelas Spielberg ini tentu saja menjadi angin segar bagi industri bioskop yang terus berjuang menarik kembali penonton pasca-pandemi. Pernyataan Spielberg ini mengingatkan kita akan dedikasi para legenda perfilman lainnya, seperti yang pernah kami ulas dalam artikel tentang Harrison Ford yang Menolak Pensiun di Usia 83. Kedua sosok ini, dengan cara mereka masing-masing, menunjukkan betapa kuatnya ikatan mereka terhadap dunia yang mereka geluti dan semangat untuk melestarikannya.

Opini Nontonyo TV: Pertarungan Abadi untuk Seni Komunal

Pernyataan Steven Spielberg adalah pengingat yang kuat bahwa meskipun teknologi terus berkembang, esensi dari pengalaman seni yang dibagi bersama tidak akan pernah pudar. Perdebatan antara pengalaman sinematik di bioskop versus _streaming_ akan selalu ada, sama halnya dengan perdebatan mengenai relevansi seni klasik di era modern. Namun, suara seorang maestro seperti Spielberg menegaskan bahwa ada nilai yang lebih dalam dari sekadar konsumsi konten; ada kekuatan dalam kolektivitas dan ritual yang membuat kita ingin seni-seni ini, entah itu film, balet, atau opera, benar-benar "ada selamanya". Prediksi kami, selama ada figur-figur berpengaruh seperti Spielberg yang terus menyuarakan pentingnya pengalaman komunal, bioskop dan bentuk seni tradisional lainnya akan selalu menemukan tempat di hati penonton, beradaptasi, dan terus abadi.

Sumber Berita: Variety

TerPopuler