Jimmy Kimmel Bikin Geger! Tawarkan Penghargaan Pribadi Demi Donald Trump Tarik ICE dari Minnesota

Minggu, 18 Januari 2026, Januari 18, 2026
Jimmy Kimmel Bikin Geger! Tawarkan Penghargaan Pribadi Demi Donald Trump Tarik ICE dari Minnesota
Jimmy Kimmel Bikin Geger! Tawarkan Penghargaan Pribadi Demi Donald Trump Tarik ICE dari Minnesota (Image: Rolling Stone)

Dunia hiburan dan politik kembali dibuat geger dengan manuver tak terduga dari salah satu pembawa acara larut malam paling vokal, Jimmy Kimmel. Host "Jimmy Kimmel Live!" itu secara terbuka menawarkan salah satu penghargaan pribadinya kepada mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, jika Trump bersedia menarik Immigration and Customs Enforcement (ICE) dari Minnesota.

Sebuah Tawaran yang Sulit Dipercaya

Ide 'bujuk rayu' ini muncul setelah pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, secara simbolis menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian miliknya kepada Trump. Momen ini tampaknya menginspirasi Kimmel untuk mencoba pendekatan serupa, namun dengan sentuhan humor khasnya. Dalam segmen acaranya, Kimmel dengan nada serius namun menghibur menyampaikan tawarannya yang mengejutkan: sebuah trofi penghargaan yang ia menangkan selama bertahun-tahun sebagai imbalan atas tindakan politik Trump di Minnesota.

Kimmel, yang dikenal sering menyuarakan pandangannya tentang isu-isu sosial dan politik melalui platformnya, tampaknya melihat ini sebagai cara yang provokatif untuk menarik perhatian pada isu imigrasi, khususnya keberadaan ICE di Minnesota. Apakah ini hanya lelucon jenaka atau ada pesan politik yang lebih dalam, yang jelas, tawaran ini segera menjadi buah bibir.

Jimmy Kimmel: Jembatan Antara Komedi dan Kritik Sosial

Bukan rahasia lagi bahwa Jimmy Kimmel sering menggunakan acara televisinya untuk mengomentari dinamika politik di Amerika Serikat. Dari isu kesehatan hingga hak-hak imigran, suaranya kerap menjadi sorotan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana para komedian dan pembawa acara talk show kini juga berperan sebagai komentator sosial yang berpengaruh. Sikap berani Kimmel ini mengingatkan kita pada momen-momen tak terduga yang sering terjadi di panggung televisi live.

Dalam konteks acara larut malam, tensi tinggi atau pernyataan kontroversial bukanlah hal yang asing. Misalnya, baru-baru ini kita juga pernah membahas tentang Michael Che yang mengungkap momen paling menegangkan yang pernah ia saksikan di "SNL". Hal ini menunjukkan bahwa di balik tawa dan hiburan, ada dinamika serius yang sering kali terjadi di balik layar atau bahkan di depan kamera. Kimmel, dengan tawarannya kepada Trump, sekali lagi membuktikan bahwa acara larut malam memiliki kekuatan untuk lebih dari sekadar hiburan ringan.

Respon dari Donald Trump?

Hingga saat artikel ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Donald Trump mengenai tawaran Jimmy Kimmel ini. Mengingat sifat Trump yang seringkali reaktif terhadap komentar publik, sangat menarik untuk dinantikan apakah ia akan menanggapi tawaran ini, mengabaikannya, atau bahkan membalasnya dengan cara yang tak kalah sensasional. Jika Trump menerima tawaran tersebut, pertanyaan selanjutnya adalah, penghargaan apa yang akan diberikan Kimmel? Emmy? Penghargaan dari asosiasi televisi?

Kasus ini juga menyoroti bagaimana selebriti dan tokoh publik semakin gencar menggunakan popularitas mereka untuk menyuarakan isu-isu penting. Batasan antara hiburan dan aktivisme politik semakin kabur, menciptakan lanskap media yang lebih dinamis dan seringkali tak terduga. Ini bukan sekadar gosip artis biasa, melainkan sebuah pernyataan yang berpotensi memicu diskusi lebih lanjut di ranah politik dan sosial.

Prediksi Nontonyo TV

Sebagai jurnalis Nontonyo TV, kami memprediksi bahwa tawaran Jimmy Kimmel ini kemungkinan besar akan tetap menjadi salah satu momen "gila" dalam sejarah televisi larut malam yang tidak akan benar-benar terwujud. Namun, tujuannya untuk menarik perhatian pada isu imigrasi dan peran ICE di Minnesota kemungkinan besar sudah tercapai. Ini adalah cara cerdik Kimmel untuk memaksa audiensnya merenungkan isu serius dengan balutan komedi. Akan sangat menarik melihat apakah ada politisi lain atau tokoh publik yang mencoba pendekatan serupa di masa depan untuk mendapatkan perhatian publik. Ini membuktikan bahwa di era digital ini, kreativitas dalam menyampaikan pesan jauh lebih penting daripada sekadar retorika formal.

Sumber Berita: Rolling Stone

TerPopuler