Pamela Anderson Tolak Duduk Dekat Seth Rogen di Golden Globes: 'Yucky' dan Menanti Permintaan Maaf Atas 'Pam & Tommy'

Minggu, 18 Januari 2026, Januari 18, 2026
Pamela Anderson Tolak Duduk Dekat Seth Rogen di Golden Globes: 'Yucky' dan Menanti Permintaan Maaf Atas 'Pam & Tommy'
Pamela Anderson Tolak Duduk Dekat Seth Rogen di Golden Globes: 'Yucky' dan Menanti Permintaan Maaf Atas 'Pam & Tommy' (Image: Vulture)

Ajang penghargaan Golden Globe Awards, yang selalu identik dengan glamor, tawa, dan perayaan sinema, ternyata menyimpan drama tak terduga di baliknya. Kali ini, sorotan tertuju pada aktris ikonik Pamela Anderson, yang secara terbuka mengungkapkan ketidaknyamanannya saat harus duduk berdekatan dengan aktor dan produser Seth Rogen.

Dalam sebuah wawancara radio SiriusXM dengan Andy Cohen, Anderson tidak menahan diri untuk menyatakan perasaannya. Ia menyebut momen berdekatan dengan Rogen di Golden Globes sebagai sesuatu yang 'yucky' atau menjijikkan. Pengakuan ini tentu saja memicu spekulasi dan perbincangan hangat di kalangan penggemar dan media hiburan, mengingat sejarah panjang dan rumit di antara keduanya.

Perseteruan 'Tak Terucap' di Red Carpet

Ketidaknyamanan Pamela Anderson terhadap Seth Rogen berakar pada serial miniseri Hulu yang berjudul 'Pam & Tommy'. Serial tersebut, yang diproduksi dan dibintangi oleh Rogen (sebagai Rand Gauthier), mengisahkan skandal rekaman seks yang melibatkan Anderson dan mantan suaminya, Tommy Lee. Meskipun serial itu mendapat pujian kritis dan penampilan Lily James (sebagai Pamela Anderson) serta Sebastian Stan (sebagai Tommy Lee) diakui, Anderson sendiri tidak pernah memberikan restunya untuk proyek tersebut. Ia bahkan dilaporkan merasa sangat tidak senang karena kisah pribadinya diangkat tanpa persetujuan atau partisipasinya.

Dalam wawancara tersebut, Anderson menyampaikan harapannya bahwa suatu hari nanti, Rogen akan menghubunginya untuk meminta maaf. “Pada akhirnya, semoga, dia akan menghubungi saya untuk meminta maaf,” ujarnya. Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa luka akibat ‘Pam & Tommy’ masih sangat membekas bagi sang legenda ‘Baywatch’.

Di Balik Layar 'Pam & Tommy': Mengapa Pamela Kecewa?

Miniseri ‘Pam & Tommy’ mencoba menggambarkan kembali peristiwa pencurian dan penyebaran rekaman seks pribadi Pamela Anderson dan Tommy Lee di era 90-an. Serial ini menyajikan sisi emosional dari kejadian tersebut, terutama dampaknya pada kehidupan pribadi Anderson yang kala itu menjadi korban revenge porn. Namun, bagi Anderson, yang telah berjuang bertahun-tahun untuk mengatasi trauma tersebut, melihat kisah hidupnya — terutama bagian yang paling menyakitkan — diangkat kembali ke layar lebar tanpa izinnya adalah sebuah pengkhianatan.

Seth Rogen, sebagai salah satu produser eksekutif dan pemeran kunci, menjadi representasi dari pihak yang dianggap bertanggung jawab atas “penjualan kembali” cerita traumatis tersebut. Oleh karena itu, reaksi “yucky” Anderson di Golden Globes adalah ekspresi dari rasa sakit dan ketidakadilan yang ia rasakan terhadap Rogen dan tim produksi.

Golden Globes: Panggung Drama Bukan Hanya di Atas Panggung

Momen canggung antara Pamela Anderson dan Seth Rogen ini menambah daftar kejadian menarik yang terjadi di Golden Globes, di mana tidak semua drama hanya tersaji di film yang dinominasikan. Acara penghargaan memang seringkali menjadi saksi bisu berbagai interaksi — baik yang hangat maupun yang dingin — antara para selebriti.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa tidak semua momen di Golden Globes selalu tentang kemenangan trofi atau momen candid yang menghibur seperti ekspresi Leonardo DiCaprio yang sering menjadi viral. Ada juga cerita-cerita personal yang tersimpan di balik senyum karpet merah, seperti yang ditunjukkan oleh Pamela. Sementara dunia merayakan kesuksesan podcast dan film-film terbaik di ajang bergengsi itu, ada pula gesekan-gesekan personal yang tak terhindarkan.

Refleksi dan Prediksi: Etika Biopik dan Harapan Permintaan Maaf

Kasus Pamela Anderson dan Seth Rogen sekali lagi menyoroti perdebatan penting tentang etika pembuatan biopik dan hak individu atas kisah hidup mereka. Seberapa jauh kebebasan kreatif sebuah produksi dapat melangkah ketika menyentuh kehidupan nyata seseorang, terutama jika orang tersebut adalah korban dari sebuah peristiwa traumatis?

Apakah Seth Rogen akan menanggapi permintaan maaf Pamela Anderson? Atau apakah ia akan berpegang pada keyakinan bahwa ‘Pam & Tommy’ adalah sebuah karya seni yang valid? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun, satu hal yang pasti, insiden ini mengingatkan kita bahwa di balik gemerlap Hollywood, masih ada pertimbangan moral dan rasa hormat yang harus dijunjung tinggi.

Sumber Berita: Vulture

TerPopuler