Panas! Jimmy Kimmel Serang Donald Trump Terkait Klaim Harga Gas: 'Dia Presiden Paling Bodoh'

Sabtu, 14 Maret 2026, Maret 14, 2026
Panas! Jimmy Kimmel Serang Donald Trump Terkait Klaim Harga Gas: 'Dia Presiden Paling Bodoh'
Panas! Jimmy Kimmel Serang Donald Trump Terkait Klaim Harga Gas: 'Dia Presiden Paling Bodoh' (Image: Rolling Stone)
Pada episode terbaru 'Jimmy Kimmel Live!', pembawa acara kawakan Jimmy Kimmel kembali menjadi sorotan tajam setelah melayangkan kritik pedas yang tak biasa kepada mantan Presiden Donald Trump. Kimmel tak segan menyebut Trump sebagai 'presiden terbodoh' sebagai respons terhadap komentar sang mantan presiden mengenai kenaikan harga gas.

Insiden ini bermula ketika Donald Trump menyiratkan bahwa kenaikan harga gas akibat konflik di Iran justru akan 'menguntungkan orang Amerika'. Sebuah klaim yang sontak memicu reaksi keras dari Kimmel dan banyak pihak lainnya. "Harga gas telah naik setiap hari... Ini adalah hal yang bodoh untuk dikatakan," ujar Kimmel, dikutip dari laporan Rolling Stone.

Jimmy Kimmel, yang dikenal dengan gaya humor sarkastik dan seringkali blak-blakan, tidak menahan diri. Ia menambahkan, "Dia benar-benar presiden terbodoh. Dia adalah presiden pertama yang berusaha meyakinkan Anda bahwa kenaikan harga itu baik untuk Anda." Pernyataan tersebut menandai salah satu kritik paling keras yang pernah dilayangkan Kimmel terhadap Trump secara langsung.

Kimmel dan Kritiknya Terhadap Politik


Bukan rahasia lagi bahwa Jimmy Kimmel sering menggunakan platform acaranya untuk mengomentari isu-isu politik, terutama yang melibatkan Donald Trump. Sejak masa kepresidenan Trump hingga saat ini, 'Jimmy Kimmel Live!' telah menjadi salah satu acara larut malam yang vokal dalam menyuarakan pandangan politik liberal. Kimmel memiliki sejarah panjang dalam mengkritik kebijakan dan pernyataan kontroversial Trump, seringkali dengan kombinasi humor dan kemarahan yang tulus.

Reaksi Kimmel kali ini menunjukkan betapa isu ekonomi, seperti harga gas, dapat dengan cepat berubah menjadi arena pertarungan politik di panggung hiburan. Bagi banyak pemirsa, acara larut malam seperti 'Jimmy Kimmel Live!' bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sumber komentar sosial dan politik yang relevan.

Fenomena Politik di Panggung Hiburan


Keterlibatan para selebriti dan figur hiburan dalam kancah politik bukanlah hal baru. Acara bincang-bincang larut malam seringkali menjadi barometer opini publik dan platform bagi para komedian untuk menyuarakan kritik sosial dan politik. Namun, dengan semakin terpolarisasinya lanskap politik saat ini, komentar-komentar seperti yang dilontarkan Kimmel semakin memecah belah.

Fenomena ini juga mengingatkan kita pada bagaimana satire dan kritik bisa memicu perdebatan sengit. Kita pernah melihat insiden sketsa Tourette's SNL di BAFTA yang menuai kecaman karena dianggap mengejek disabilitas, menunjukkan batas tipis antara humor dan provokasi. Lebih lanjut, dinamika politik ini juga seringkali merembet ke kehidupan pribadi para selebriti, bahkan mampu merenggangkan persahabatan, seperti kasus persahabatan Tig Notaro dan Cheryl Hines yang retak akibat perbedaan pandangan politik terkait RFK Jr. dan MAGA.

Opini Nontonyo TV


Komentar pedas Jimmy Kimmel terhadap Donald Trump sekali lagi memperlihatkan betapa tipisnya batas antara hiburan dan politik di Amerika Serikat. Di satu sisi, Kimmel dipuji karena keberaniannya menyuarakan pandangan yang diyakininya benar, mewakili suara banyak orang yang frustrasi dengan retorika politik. Di sisi lain, kritiknya juga mungkin dianggap terlalu partisan oleh sebagian kalangan, mengaburkan tujuan utama acara hiburan. Yang jelas, kejadian ini menegaskan bahwa panggung hiburan, terutama acara larut malam, akan terus menjadi arena penting dalam diskursus politik, membentuk opini, dan bahkan memicu perdebatan panas. Kita bisa memprediksi bahwa menjelang pemilihan umum mendatang, tensi antara dunia hiburan dan politik akan semakin memanas, memberikan lebih banyak bahan bakar untuk diskusi di antara para selebriti dan tokoh publik lainnya.

Sumber Berita: Rolling Stone

TerPopuler